Showing posts with label Bencana. Show all posts
Showing posts with label Bencana. Show all posts
Sunday, July 21, 2013
Thursday, July 18, 2013
Gempa Aceh 2013
Total jumlah korban gempa Aceh Tengah 42 orang meninggal (8
orang dari Bener Meriah dan 34 orang dari Aceh Tengah). Pengungsi 36.905 jiwa
yaitu di Aceh Tengah 32.129 jiwa yang tersebar di 10 kecamatan, dan 4.776 jiwa
di Bener Meriah yang tersebar di 6 kecamatan.
Wednesday, December 26, 2012
Mengenang Tsunami Aceh 2012
Tragedi tsunami delapan tahun lalu di Aceh memunculkan berbagai keunikan. Diantaranya PLTD Apung yang beratnya 2600 ton terseret arus gelombang dahsyat tsunami sepanjang 5 km dari tempatnya semula. Saat ini kapal tersebut sudah dijadikan Taman Wisata tsunami yang banyak dikunjungi.
Puluhan wartawan, santri dan aktivis ormas Islam di Banda Aceh, larut dalam doa dan zikir saat mengenang kembali bencana gempa bumi dan tsunami yang merenggut 200 ribu lebih jiwa rakyat Aceh, Minggu 26 Desember 2004 lalu. Sebanyak 27 wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik yang bertugas di Aceh, menjadi syuhada dalam bencana tersebut.
Saturday, June 23, 2012
Angka Bunuh Diri Di India
Penelitian baru menunjukkan, angka bunuh diri di India termasuk yang paling tinggi di dunia. Laporan yang diterbitkan dalam jurnal medis the Lancet menyebutkan angka bunuh diri di India terdiri dari 3% dari angka semua kematian.
Para peneliti memperkirakan angka bunuh diri di India sekitar 187.000 pada tahun 2010. Angka tertinggi orang yang bunuh diri terjadi pada mereka yang berusia 15-29 tahun, dan hal itu menunjukkan bahwa kemiskinan bukan faktor pemicu.
Para peneliti memperkirakan angka bunuh diri di India sekitar 187.000 pada tahun 2010. Angka tertinggi orang yang bunuh diri terjadi pada mereka yang berusia 15-29 tahun, dan hal itu menunjukkan bahwa kemiskinan bukan faktor pemicu.
Saturday, July 9, 2011
ANGIN DINGIN
HARUS DIBACA KISAH NYATA
Seseorang yang merasakan hidup sehat, tapi koq tiba2 di suatu pagi, pas dia bangun tidur, mendadak dia merasa bhw muka dia ga bs gerak sama sekali. Dia pikir dia kena stroke ringan, tp kolesterolnya & tekanan darahnya jg normal. Dan, setelah didiagnosa, ternyata dia kena yg namanya BELL'S PALSY.
Penyebabnya adalah : ANGIN DINGIN.
Jd ternyata dia ga sadar kalo dia sering terkena angin AC di kantornya, & dia sering mengarahkan AC di mobilnya pun kearah badan dan mukanya. Dan hal ini adalah penyebabnya, meskipun dia ga ngerokok & ga minum alkohol, dan dia selalu hidup sehat.
Alhasil, separo muka dia ga bs gerak. Jd dia ga bs senyum, matanya yg kanan ga bs kedip, & bahkan lidahnya ga bs gerak ke sebelah kanan.
Hal ini disebabkan krn PERADANGAN SARAF ke-7, yg letaknya ada dr BELAKANG KUPING smp ke LEHER kita.
Makanya, mulai skrg lindungi dengan syal atau jangan duduk di spot yg terkena langsung angin AC dll.
BELL'S PALSY Disease ini, bs bikin angin duduk/masuk angin ke jantung (bs mendadak meninggal), paru2 basah, dll.
Beritahukan dan selamatkan teman2 yg anda sayangi..
Rgds,
Niza Lauzi
Seseorang yang merasakan hidup sehat, tapi koq tiba2 di suatu pagi, pas dia bangun tidur, mendadak dia merasa bhw muka dia ga bs gerak sama sekali. Dia pikir dia kena stroke ringan, tp kolesterolnya & tekanan darahnya jg normal. Dan, setelah didiagnosa, ternyata dia kena yg namanya BELL'S PALSY.
Penyebabnya adalah : ANGIN DINGIN.
Jd ternyata dia ga sadar kalo dia sering terkena angin AC di kantornya, & dia sering mengarahkan AC di mobilnya pun kearah badan dan mukanya. Dan hal ini adalah penyebabnya, meskipun dia ga ngerokok & ga minum alkohol, dan dia selalu hidup sehat.
Alhasil, separo muka dia ga bs gerak. Jd dia ga bs senyum, matanya yg kanan ga bs kedip, & bahkan lidahnya ga bs gerak ke sebelah kanan.
Hal ini disebabkan krn PERADANGAN SARAF ke-7, yg letaknya ada dr BELAKANG KUPING smp ke LEHER kita.
Makanya, mulai skrg lindungi dengan syal atau jangan duduk di spot yg terkena langsung angin AC dll.
BELL'S PALSY Disease ini, bs bikin angin duduk/masuk angin ke jantung (bs mendadak meninggal), paru2 basah, dll.
Beritahukan dan selamatkan teman2 yg anda sayangi..
Rgds,
Niza Lauzi
Saturday, May 21, 2011
Penanggulangan Bencana
Penanggulangan Bencana adalah serangkaian kegiatan baik sebelum, saat dan sesudah terjadi bencana yang dilakukan untuk mencegah, mengurangi, menghindari dan memulihkan diri dari dampak bencana. Secara umum kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam penanggulangan bencana adalah sebagai berikut : pencegahan, pengurangan dampak bahaya, kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemulihan (rehabilitasi dan rekonstruksi), dan pembangunan berkelanjutan yang mengurangi risiko bencana.
Tipe Bencana
- Berdasarkan penyebab bahayanya, bencana dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu bencana alam, bencana sosial dan bencana campuran. Bencana alam disebabkan oleh kejadian-kejadian alamiah seperti gempa bumi, tsunami, gunung api, dan angin topan. Bencana sosial atau bencana buatan manusia, yaitu hasil dari tindakan langsung maupun tidak langsung manusia seperti perang, konflik sosial, terorisme dan kegagalan teknologi. Bencana dapat terjadi karena alam dan manusia sekaligus yang dikenal sebagai bencana campuran atau kompleks, seperti banjir dan kekeringan.
Pengertian Bencana
Bencana adalah peristiwa atau serangkaian peristiwa yang menyebabkan gangguan serius pada masyarakat sehingga menyebabkan korban jiwa serta kerugian yang meluas pada kehidupan manusia baik dari segi materi, ekonomi maupun lingkungan dan melampaui kemampuan masyarakat tersebut untuk mengatasi menggunakan sumber daya yang mereka miliki.
Thursday, March 10, 2011
Reaksi Anak-Anak Menghadapi Bencana
Terjadinya bencana akan mempunyai pengaruh berbeda-beda bagi setiap orang, setelah mengalami bencana seseorang secara alamiah akan berusaha menemukan pemulihan, seperti melalui proses berkabung dan setiap bencana seberapapun kecilnya kerap menyebabkan stress. So, bagaimana reaksi anak-anak menghadapi bencana?
Reaksi Awal Anak-Anak Terhadap Bencana
• Kemunduran perilaku, seperti ngompol lagi, menghisap jari lagi.
• Tidak bisa lepas dari orang tua.
• Menolak untuk tidur.
• Mimpi buruk.
• Berfantasi bahwa bencana tidak pernah terjadi.
• Berteriak-teriak dan menangis.
• Menarik diri dan berdiam diri.
• Menolak untuk pergi sekolah.
• Bermasalah di sekolah dan kesulitan konsentrasi.
Bagaimana Meningkatkan Kondisi Psikologis Anak
• Ajak anak bicara mengenai perasaannya serta perasaan anda sendiri. Anda akan merasa lega meskipun usia anak anda masih sangat kecil. Doronglah anak untuk menggambar bencana. Berusaha melihat persepsi anak, so, Hal ini bisa membantu anda memahami pandangan anak mengenai bencana tersebut.
• Beri penjelasan kepada anak apa yang terjadi, sesuai dengan usia pemahamannya.
• Yakinkan anak bahwa ia dan anda selamat, ulangi sesering mungkin.
• Periksa kembali prosedur keamanan yang berlaku saat itu, termasuk tugas dan peran yang bisa dilakukan anak.
• Peluk anak. Sentuhan bisa menumbuhkan keyakinan pada anak bahwa ada seseorang yang akan selalu ada untuk anak.
• Luangkan waktu lebih lama bersama anak, terutama menjelang tidur.
• Longgarkan aturan yang biasanya diterapkan, tetapi struktur dan tanggung jawab dalam keluarga harus tetap terjaga.
• Hargai dan tandai perilaku yang benar (bertanggung jawab). Beri pujian pada perilaku positif.
• Tingkatkan kerjasama dengan guru, pengasuh dan orang lain yang kurang memahami bagaimana dampak bencana bagi anak.
Referensi : materi pedoman penanganan kesehatan mental pada situasi bencana, INSAN PARAHITA (2010).
Reaksi Awal Anak-Anak Terhadap Bencana
• Kemunduran perilaku, seperti ngompol lagi, menghisap jari lagi.
• Tidak bisa lepas dari orang tua.
• Menolak untuk tidur.
• Mimpi buruk.
• Berfantasi bahwa bencana tidak pernah terjadi.
• Berteriak-teriak dan menangis.
• Menarik diri dan berdiam diri.
• Menolak untuk pergi sekolah.
• Bermasalah di sekolah dan kesulitan konsentrasi.
Bagaimana Meningkatkan Kondisi Psikologis Anak
• Ajak anak bicara mengenai perasaannya serta perasaan anda sendiri. Anda akan merasa lega meskipun usia anak anda masih sangat kecil. Doronglah anak untuk menggambar bencana. Berusaha melihat persepsi anak, so, Hal ini bisa membantu anda memahami pandangan anak mengenai bencana tersebut.
• Beri penjelasan kepada anak apa yang terjadi, sesuai dengan usia pemahamannya.
• Yakinkan anak bahwa ia dan anda selamat, ulangi sesering mungkin.
• Periksa kembali prosedur keamanan yang berlaku saat itu, termasuk tugas dan peran yang bisa dilakukan anak.
• Peluk anak. Sentuhan bisa menumbuhkan keyakinan pada anak bahwa ada seseorang yang akan selalu ada untuk anak.
• Luangkan waktu lebih lama bersama anak, terutama menjelang tidur.
• Longgarkan aturan yang biasanya diterapkan, tetapi struktur dan tanggung jawab dalam keluarga harus tetap terjaga.
• Hargai dan tandai perilaku yang benar (bertanggung jawab). Beri pujian pada perilaku positif.
• Tingkatkan kerjasama dengan guru, pengasuh dan orang lain yang kurang memahami bagaimana dampak bencana bagi anak.
Referensi : materi pedoman penanganan kesehatan mental pada situasi bencana, INSAN PARAHITA (2010).
Wednesday, February 16, 2011
Mengapa bentrokan semakin menjamur?
Dari mana asal usul konflik (bentrokan/ tawuran), apa dari pola pikir yang salah? Apa dari identitas kelompok terancam? Apa dari hubungan yang tidak harmonis? Apa dari benturan nilai dan budaya? bukankah isi alam raya diciptakan dengan perbedaan?
Akhir-akhir media santer menyiarkan bentrokan di tengah-tengah kita, apa ini indikasi hasil dari pendidikan politik oleh elit partai? Oleh penguasa? Atau sebenarnya beragamnya kultur dan nilai di tanah air sebagai sumber utama? Sehingga mudah diadopsi dan dijadikan modeling oleh masyarakat.
Konsep konflik (kartikasari : 2001), ada konsep hubungan antar masyarakat : semakin polarisasi muncul, mulcul pula ketidakpercayaan dan permusuhan. Konsep identitas : identias terancam, merasa super sendiri, hingga rendahnya penghargaan terhadap identitas lainnya. Konsep kesalahpahaman antarbudaya : muncul akibat ketidakcocokan cara komunikasi antar nilai dan budaya. Konsep transformasi sosial : adanya ketidaksetaraan, ketidakadilan sosial/ekonomi.
So, di bagian kepribadian mana sumber utama agresifitas seseorang? Apakah sudah bawaan? Atau hasil pembelajaran?
Apakah dari insting (marah, agresif) manusia? munculnya kebutuhan aktualisasi diri? Superego yang tidak terkontrol? Atau permainan kepentingan semata?
Sunday, February 13, 2011
Mengenal Bencana dan Pengaruhnya
Bencana memiliki bentuk yang bervariasi, namun untuk memudahkan pemahaman, kerap bencana dibagi menjadi 2 type : Bencana Alam, bencana ini sering terjadi diluar kendali manusia, diakibatkan oleh pergolakan alam dan kerap diluar prediksi manusia.
Sedangkan yang kedua, adalah Bencana Sosial, terjadi akibat kecerobohan, kelalaian dan kesengajaan manusia (pelecehan seksual, kekerasan rumah tangga, dll). Sering pengaruh negatifnya lebih besar dan lebih mendalam daripada bencana alam.
Bila seseorang mengalami bencana, apa yang dirasakan? Apakah akan lebih bersikap dewasa? Lebih tahan uji? Lebih dekat dengan sang pencipta? Atau sebaliknya?
So.. kadangkala setelah mengalami bencana, ada sisi yang didapatkan oleh seseorang, ada sisi positif dan negatifnya, untuk mengenali lebih dalam kondisi psikologis ada sedikit gambaran.
Secara pikiran : bingung, kehilangan orientasi, bimbang, teringat dan terus berfikiran menganai kejadian itu bahkan ada yang menyalahkan diri sendiri.
Secara perasaan : terkejut, berduka, sedih, takut, marah, malu dan merasa bersalah.
Secara fisik : sakit kepala, cepat lelah, sakit perut, tekanan darah meningkat, susah tidur dan otot tegang.
Secara prilaku : menyendiri, resah, tidak bisa diam, menangis, meningkatnya kosumsi rokok, dan alkohol dan obat-obatan.
Secara sosial : sulit percaya dengan orang lain, menarik diri, mudah marah/tersinggung, mudah terlibat monflik dengan orang lain dan menjauhi orang lain.
Ehmm,,, yuk, coba periksa diri masing-masing, kenapa? Bila seseorang mengalaminya lebih dari 3 bulan dari kejadian, perlu dicurigai, mungkin perlu penanganan lebih lanjut. Kenapa? Karena kemungkinan bisa lebih parah. So, bagaimana mengatasinya?
Subscribe to:
Posts (Atom)


