Delisa anak perempuan yang bermata hijau, bening dan umurnya baru mencapai lima tahun. Dia hidup dalam keluarganya, dia mencoba menghafal bacaan dalam solat dengan bantuan ibu dan kakaknya.
Namun Tuhan lebih tahu apa yang lebih baik untuk hamba-Nya. Tsunami datang melumatkan senyuman pada wajah Delisa. Tsunami mengambil segala-galanya, keluarga. Yang tersisa, hanya dia dan ayahnya dan dalam keadaan seperti itu apakah Delisa mampu tetap tersenyum seperti dahulu dan menyudahi hafalannya.
Namun Tuhan lebih tahu apa yang lebih baik untuk hamba-Nya. Tsunami datang melumatkan senyuman pada wajah Delisa. Tsunami mengambil segala-galanya, keluarga. Yang tersisa, hanya dia dan ayahnya dan dalam keadaan seperti itu apakah Delisa mampu tetap tersenyum seperti dahulu dan menyudahi hafalannya.
Welma La'anda rated it 
Shelves: fiksyen
Saya sangat menyayanginya. Saya bersyukur kerana saya dizinkan Allah untuk mengenali dan membacanya. Saya sendiri tidak tahu bagaimana secara professional untuk menilai kebagusan sebuah novel, tetapi sebagai pembaca saya menilai kebagusan sebuah buku itu daripada aspek pengaruhnya terhadap kejiwaan saya dan novel ini telah berjaya membawa saya berfikir sejenak tentang erti keyakinan dan kehidupan saya.
Tiwik rated it 
Ini adalah kisah tentang tsunami…
Ini adalah kisah tentang kanak-kanak…
Ini adalah kisah tentang proses memahami…
Ini adalah kisah tentang keikhlasan…
Ini adalah kisah tentang Delisa…
Ini adalah kisah tentang kanak-kanak…
Ini adalah kisah tentang proses memahami…
Ini adalah kisah tentang keikhlasan…
Ini adalah kisah tentang Delisa…






